
Perbanyakan
secara genaratif dilakukan dengan cara Fisika atau Kimia. Sebagai salah satu
perbanyakan tanaman secara Vegetatif, stek menjadi alternatif yang banyak
dipilih orang karena caranya sederhana, tidak memerlukan teknik yang rumit
sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja. Wudianto (1988) mendefinisikan stek
sebagai suatu perlakuan pemisahan, pemotongan beberapa bagian tanaman (akar,
batang, daun dan tunas) dengan tujuan agar bagian-bagian itu membentuk akar.
Dengan dasar itu maka muncullah istilah stek akar, stek batang, stek daun, dan
sebagainya. Selain itu juga perbanyakannya juga dapat dilakukan dengan cara
Stumb.
Penjarangan dan penebangan dilakukan dengan
berbagai pertimbangan yang mungkin bisa dilakukan ini tergantung pada: Jarak
tanam; Kesuburan tanah; Perawatan;Pelaksanaan penjarangan sendiri didasarkan
atas beberapa pertimbangan antara lain: Pertimbangan ekonomis; Jumlah pohon
persatuan luas ideal; Penjarangan sistematik; Penjarangan seleksi rendah;
Penjarangan tajuk; Berkaitan dengan prinsip-prinsip penjarangan tersebut, maka
yang ideal adalah dilakukan dengan kaidah selemah mungkin akan tetapi sesering
mungkin. Sebab penjarangan yang terlalu keras akan menyebabkan ruang tumbuh
yang terlalu terbuka yang mengakibatkan tanaman menjadi lunglai, sedangkan
penjarangan yang telalu lemah menyebabkan menjadi kurang optimal
pertumbuhannya.